1. Amir. (2007). Adat minangkabau: Pola tujuan hidup orang Minang. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya. 2. Anwar, Chairul. (1997). Hukum adat Indonesia: Meninjau hukum adat minangkabau. Jakarta: Rineka Cipta. 3. Bolewski, Wilfried. (2008). Diplomatic processes, and cultural variations: The relevant of culture in diplomacy. The Whitehead Journal of Diplomacy, and International Relations. Winter/ Spring 2008: 145-160. 4. Budiwirman. (2012). Songket sebagai hermeneutika adat di Minangkabau. Laporan Penelitian tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Padang. 5. Edison dan Sungut. (2010). Tambo minangkabau: Budaya, dan hukum adat di minangkabau (Seri adat, dan budaya minangkabau). Bukit Tinggi: Kristal Multimedia. 6. Gani, Erizal. (2009). Kajian terhadap landasan filosofi pantun minangkabau”. Jurnal Bahasa dan Seni. Vol. 10, No. 1, Tahun 2009: 1-10. 7. Gani, Rita. (2012). Filosofi Tungku Tigo Sajarangan dalam sistem pemerintahan Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional: Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. 8. Hakimy, Idrus. (1978). Pokok-pokok adat alam minangkabau. Bandung: CV Rosda Karya. 9. Hakimy, Idrus. (1997). Rangkaian mustika adat basandi syarak di Minangkabau. Bandung: Remaja Rosda Karya. 10. Idris, Nurwani. (2012). Kedudukan perempuan, dan aktualisasi politik dalam masyarakat matrilinial minangkabau. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik. Vol. 25, No. 2, Tahun 2012: 108-116. 11. Irwandi. (2010). Pergeseran hukum adat dalam pemanfaatan tanah ulayat kaum di kecamatan banu hampu kabupaten agam provinsi Sumatera Barat. Tesis tidak untuk dipublikasikan. Program Studi Magister Kenotariatan, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang. 12. Jamna, Jamaris. (2004). Pendidikan matrilineal. Padang: Guna Tama. Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta PT. Rineka Cipta. 13. Kramsch, Claire. (1998). Language and culture. Oxford: Oxford Uviversity Press. 14. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau. (2000). Bunga rampai pengetahuan adat minangkabau. Padang: Yayasan Soko Batuah. 15. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau. (2002). Adat basandi syarak, syarak basand kitabullah. Padang: Surya Cipta Offset. 16. Naim, Mochtar. (1968). Menggali hukum tanah, dan hukum waris Minangkabau. Padang: Sri Dharma NV. Naim, Mochtar. (1984). Merantau: Pola migran suku minang. Jogjakarta: UGM Press. 17. Navis, A. A. (1984). Alam takambang jadi guru. Jakarta: Grafiti Pers. 18. Rustiyanti. (2014). Estetika randai, analisis tekstual, dan konterkstual. Jurnal Seni, dan Budaya MUDRA. Vol.29, No.1, Mei 2014: 213-221. 19. Sila, Muhammad Adlin. (2010). Lembaga keuangan mikro dan pengentasan kemiskinan: kasus lumbung pitih nagari di Padang. Jurnal Sosiologi MASYARAKAT. Vol. 15, No. 1: 1-19. 20. Suarman, Arifin, B., Chan, S. et al. (2000). Adat minangkabau nan salingka hiduik. Padang: Duta Utama. 21. Yunus, Yasril. (2013). Aktor kultural dalam pemerintahan terendah di Sumatera Barat (Posisi Ninik Mamak dalam struktural adat dan penyelenggaraan pemerintahan formal). Humanus. Vol. 12, No. 1: 21-32. 22. Zakia, Rahima. (2011). Kesetaraan, dan keadilan gender dalam adat minangkabau. Kafa’ah: Journal of Gender Studies. Vol. 1 (1): 39-52.